Senin, 06 April 2015

PERKEMBANGAN RAM (Random Access Memory)

Sejarah perkembangan RAM
1. R A M
RAM yang merupakan singkatan dari Random Access Memory ditemukan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar – besaran oleh Intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sini lah perkembangan RAM bermula. Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).
2. D R A M
Pada tahun 1970, IBM menciptakan sebuah memori yang dinamakan DRAM. DRAM sendiri merupakan singkatan dari Dynamic Random Access Memory. Dinamakan Dynamic karena jenis memori ini pada setiap interval waktu tertentu, selalu memperbarui keabsahan informasi atau isinya. DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu antara 4,77MHz hingga 40MHz.


3. FP RAM
Fast Page Mode DRAM atau disingkat dengan FPM DRAM ditemukan sekitar tahun 1987. Sejak pertama kali diluncurkan, memori jenis ini langsung mendominasi pemasaran memori, dan orang sering kali menyebut memori jenis ini “DRAM” saja, tanpa menyebut nama FPM. Memori jenis ini bekerja layaknya sebuah indeks atau daftar isi. Arti Page itu sendiri merupakan bagian dari memori yang terdapat pada sebuah row address. Ketika sistem membutuhkan isi suatu alamat memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya berdasarkan indeks yang telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detiknya.
Memori FPM ini mulai banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 286, 386 serta sedikit 486.
4. EDO RAM
Pada tahun 1995, diciptakanlah memori jenis Extended Data Output Dynamic Random Access Memory (EDO DRAM) yang merupakan penyempurnaan dari FPM. Memori EDO dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20 persen. EDO mempunyai access time yang cukup bervariasi, yaitu sekitar 70ns hingga 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz hingga 75MHz. Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM, namun keduanya tidak dapat dipasang secara bersamaan, karena adanya perbedaan kemampuan.
Memori EDO DRAM banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal.
5. SDRAM PC66
Pada peralihan tahun 1996 – 1997, Kingston menciptakan sebuah modul memori dimana dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama / sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosessor. Itulah sebabnya mengapa Kingston menamakan memori jenis ini sebagai Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM). SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.
Dengan kemampuannya yang terbaik saat itu dan telah diproduksi secara masal, bukan hanya oleh Kingston saja, maka dengan cepat memori PC66 ini menjadi standar memori saat itu. Sistem berbasis prosessor Soket 7 seperti Intel Pentium klasik (P75 – P266MMX) maupun kompatibelnya dari AMD, WinChip, IDT, dan sebagainya dapat bekerja sangat cepat dengan menggunakan memori PC66 ini. Bahkan Intel Celeron II generasi awal pun masih menggunakan sistem memori SDRAM PC66.

6. SDRAM PC100
Selang kurun waktu setahun setelah PC66 diproduksi dan digunakan secara masal, Intel membuat standar baru jenis memori yang merupakan pengembangan dari memori PC66. Standar baru ini diciptakan oleh Intel untuk mengimbangi sistem chipset i440BX dengan sistem Slot 1 yang juga diciptakan Intel. Chipset ini didesain untuk dapat bekerja pada frekuensi bus sebesar 100MHz. Chipset ini sekaligus dikembangkan oleh Intel untuk dipasangkan dengan prosessor terbaru Intel Pentium II yang bekerja pada bus 100MHz. Karena bus sistem bekerja pada frekuensi 100MHz sementara Intel tetap menginginkan untuk menggunakan sistem memori SDRAM, maka dikembangkanlah memori SDRAM yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100MHz. Seperti pendahulunya PC66, memori SDRAM ini kemudian dikenal dengan sebutan PC100.
Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC100 mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800MB per detiknya.
Hampir sama dengan pendahulunya, memori PC100 telah membawa perubahan dalam sistem komputer. Tidak hanya prosessor berbasis Slot 1 saja yang menggunakan memori PC100, sistem berbasis Soket 7 pun diperbarui untuk dapat menggunakan memori PC100. Maka muncullah apa yang disebut dengan sistem Super Soket 7. Contoh prosessor yang menggunakan soket Super7 adalah AMD K6-2, Intel Pentium II generasi akhir, dan Intel Pentium II generasi awal dan Intel Celeron II generasi awal.


8. DR DRAM
Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sebuah sistem memori dengan arsitektur baru dan revolusioner, berbeda sama sekali dengan arsitektur memori SDRAM.Oleh Rambus, memori ini dinamakan Direct Rambus Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya menggunakan tegangan sebesar 2,5 volt, RDRAM yang bekerja pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya! (1GB = 1000MHz). Sayangnya kecanggihan DRDRAM tidak dapat dimanfaatkan oleh sistem chipset dan prosessor pada kala itu sehingga memori ini kurang mendapat dukungan dari berbagai pihak. Satu lagi yang membuat memori ini kurang diminati adalah karena harganya yang sangat mahal.

9. RDRAM PC800
Masih dalam tahun yang sama, Rambus juga mengembangkan sebuah jenis memori lainnya dengan kemampuan yang sama dengan DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak pada tegangan kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan tegangan sebesar 2,5 volt, maka RDRAM PC800 bekerja pada tegangan 3,3 volt. Nasib memori RDRAM ini hampir sama dengan DRDRAM, kurang diminati, jika tidak dimanfaatkan oleh Intel.
Intel yang telah berhasil menciptakan sebuah prosessor berkecepatan sangat tinggi membutuhkan sebuah sistem memori yang mampu mengimbanginya dan bekerja sama dengan baik. Memori jenis SDRAM sudah tidak sepadan lagi. Intel membutuhkan yang lebih dari itu. Dengan dipasangkannya Intel Pentium4, nama RDRAM melambung tinggi, dan semakin lama harganya semakin turun.

10. SDRAM PC133
Selain dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking, malah semakin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133 dikembangkan untuk bekerja pada frekuensi bus 133MHz, namun memori ini juga mampu berjalan pada frekuensi bus 100MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang dimiliki oleh PC100 pada frekuensi tersebut.

11. SDRAM PC150
Perkembangan memori SDRAM semakin menjadi – jadi setelah Mushkin, pada tahun 2000 berhasil mengembangkan chip memori yang mampu



bekerja pada frekuensi bus 150MHz, walaupun sebenarnya belum ada standar resmi mengenai frekunsi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya.
Memori ini sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, namun pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer server dapat mengambil keuntungan dengan adanya memori PC150.

12. DDR SDRAM
Masih di tahun 2000, Crucial berhasil mengembangkan kemampuan memori SDRAM menjadi dua kali lipat. Jika pada SDRAM biasa hanya mampu menjalankan instruksi sekali setiap satu clock cycle frekuensi bus, maka DDR SDRAM mampu menjalankan dua instruksi dalam waktu yang sama. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif saja, maka DDR SDRAM menjalankan instruksi baik pada gelombang positif maupun gelombang negatif. Oleh karena dari itu memori ini dinamakan DDR SDRAM yang merupakan kependekan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory.
Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100 – 133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 – 266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan penggunaan pada prosessor, AMD ThunderBird lah yang pertama kali memanfaatkannya.

13. DDR RAM
Pada 1999 dua perusahaan besar microprocessor INTEL dan AMD bersaing ketat dalam meningkatkan kecepatan clock pada CPU. Namun menemui hambatan, karena ketika meningkatkan memory bus ke 133 Mhz kebutuhan Memory (RAM) akan lebih besar. Dan untuk menyelesaikan masalah ini maka dibuatlah DDR RAM (double data rate transfer) yang awalnya dipakai pada kartu grafis, karena sekarang anda bisa menggunakan hanya 32 MB untuk mendapatkan kemampuan 64 MB. AMD adalah perusahaan pertama yang menggunakan DDR RAM pada motherboardnya.
Perbedaan DDR2 dengan DDR



14. DDR2 RAM
Ketika memori jenis DDR (Double Data Rate) dirasakan mulai melambat dengan semakin cepatnya kinerja prosesor dan prosesor grafik, kehadiran memori DDR2 merupakan kemajuan logis dalam teknologi memori mengacu pada penambahan kecepatan serta antisipasi semakin lebarnya jalur akses segitiga prosesor, memori, dan antarmuka grafik (graphic card) yang hadir dengan kecepatan komputasi yang berlipat ganda.
Perbedaan pokok antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data serta peningkatan latency mencapai dua kali lipat. Perubahan ini memang dimaksudkan untuk menghasilkan kecepatan secara maksimum dalam sebuah lingkungan komputasi yang semakin cepat, baik di sisi prosesor maupun grafik.
Selain itu, kebutuhan voltase DDR2 juga menurun. Kalau pada DDR kebutuhan voltase tercatat 2,5 Volt, pada DDR2 kebutuhan ini hanya mencapai 1,8 Volt. Artinya, kemajuan teknologi pada DDR2 ini membutuhkan tenaga listrik yang lebih sedikit untuk menulis dan membaca pada memori.
Teknologi DDR2 sendiri lebih dulu  digunakan pada beberapa perangkat antarmuka grafik, dan baru pada akhirnya diperkenalkan penggunaannya pada teknologi RAM. Dan teknologi DDR2 ini tidak kompatibel dengan memori DDR sehingga penggunaannya pun hanya bisa dilakukan pada komputer yang memang mendukung DDR2.
15. DDR3 RAM

RAM DDR3 ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsusmsi daya yang diperlukan hanya 1.5v, lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori, kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer data dengan clock efektif sebesar 800-1600 MHz. Pada clock 400-800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan DDR2 sebesar 400-1066 MHz (200- 533 MHz) dan DDR sebesar 200-600 MHz (100-300 MHz). Prototipe dari DDR3 yang memiliki 240 pin. Ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama pada awal tahun 2005. Namun, produknya sendiri benar-benar muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan dengan motherboard yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada motherboard tersebut sudah mendukung slot DIMM




EVOLUSI MODUL

Selain mengalami perkembangan pada sisi kemampuan, teknik pengolahan modul memori juga dikembangkan. Dari yang sederhana yaitu SIMM sampai RIMM. Berikut penjelasan singkatnya.
1. S I M M
Kependekan dari Single In-Line Memory Module, artinya modul atau chip memori ditempelkan pada salah satu sisi sirkuit PCB. Memori jenis ini hanya mempunyai jumlah kaki (pin) sebanyak 30 dan 72 buah.
SIMM 30 pin berupa FPM DRAM, banyak digunakan pada sistem berbasis prosessor 386 generasi akhir dan 486 generasi awal. SIM 30 pin berkapasitas 1MB, 4MB dan 16MB.
Sedangkan SIMM 70 pin dapat berupa FPM DRAM maupun EDO DRAM yang digunakan bersama prosessor 486 generasi akhir dan Pentium. SIMM 70 pin diproduksi pada kapasitas 4MB, 8MB, 16MB, 32MB, 64MB dan 128MB.
2. D I M M
Kependekan dari Dual In-Line Memory Module, artinya modul atau chip memori ditempelkan pada kedua sisi PCB, saling berbalikan. Memori DIMM diproduksi dalam 2 bentuk yang berbeda, yaitu dengan jumlah kaki 168 dan 184.
DIMM 168 pin dapat berupa Fast-Page, EDO dan ECC SDRAM, dengan kapasitas mulai dari 8MB, 16MB, 32MB, 64MB dan 128MB. Sementara DIM 184 pin berupa DDR SDRAM.
3. SODIMM
Kependekan dari Small outline Dual In-Line Memory Module. Memori ini pada dasarnya sama dengan DIMM, namun berbeda dalam penggunaannya. Jika DIMM digunakan pada PC, maka SO DIMM digunakan pada laptop / notebook.
SODIMM diproduksi dalam dua jenis,jenis pertama mempunyai jumlah kakai sebanyak 72, dan satunya berjumlah 144 buah
4. RIMM / SORIMM
RIMM dan SORIMM merupakan jenis memori yang dibuat oleh Rambus. RIMM pada dasarnya sama dengan DIMM dan SORIMM mirip dengan SODIMM.
Karena menggunakan teknologi dari Rambus yang terkenal mengutamakan kecepata, memori ini jadi cepat panas sehingga pihak Rambus perlu menambahkan aluminium untuk membantu melepas panas yang dihasilkan oleh memori ini.

sumber:
https://lukypiksi.wordpress.com/2009/01/29/sejarah-perkembangan-rammemory/

PERKEMBANGAN MEDIA PENYIMPANAN

tahukah kamu diperlukan 6000 disket untuk menyimpan satu DVD? Atau tahukah kamu bahwa perlu 4500 kaset tape untuk dapat memutar lagu selama 280 hari? Tidak disangka-sangka bukan kalau sekarang kamu bisa menonton film hanya dengan sebuah DVD, jika saja kamu hidup dijaman disket berarti kamu perlu 6000 disket untuk dapat melihat DVD. Bagaiaman dengan Blu Ray Disc? Mungkin kita perlu 60000 disket.

Dijaman sekarang ini semua sudah serba nyaman jika dibandingan dengan yang dahulu, media penyimpanan yang dulunya tak bisa dibawa kemana-mana sekarang sudah bisa kamu kantongi dan dibawa kemana saja.
Kali ini akan membahas mengenai perkembangan media penyimpanan data. Jadi buat kamu yang belum tau mengenai evolusinya disket menjadi Blu Ray Disc, maka ikuti artikel yang satu ini:

Punch cards

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Bentuk media penyimpanan data pertama adalah Punch cards yang diciptakan pada tahun 1752 oleh Basile Bouchon. Seperti dapat yang kamu lihat pada gambar diatas, Punch cards hanya mampu menyimpan sedikit data. Penggunaan Punch cards utamanya tidak untuk menyimpan data, Punch cards sebenarnya dahulu digunakan untuk menyimpan sebuah pengaturan mesin tekstil.

Punched tape

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Punched tape awalnya diciptakan oleh Alexander Bain pada tahun 1846 untuk mesin fax dan juga telegram. Sama seperti Punch cards namun Punched tape juga digunakan untuk industri tesktil sebagai alat tenun mekanik. Tetapi dikomputer Punched tape digunakan untuk input dan output data, setiap pita mewakili satu karakter.

Williams tube

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Williams tube disebut juga dengan Williams-Kilburn tube. Dibuat pada tahun 1947 oleh Freddie Williams dan Tom Kilburn. Ini adalah RAM pertama dengan kecepatan 1.2 miliseconds per instruksi. Memiliki kapasitas 512 sampai 1024 bits.

Selectron tubes

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Pada tahun 1953 munculah Selectron tubes yang dibuat oleh RCA. Selectron tubes memiliki kapasitas penyimpanan data sebesar 256 sampai 4096 bits (32 sampai 512 bytes). Ukuran dari 4096 bits Selectron tubes panjangnya 25 cm dan lebarnya 8 cm. Media penyimpanan yang satu ini sangat mahal sehingga mengalami masalah produksi, dikarenakan mahal Selectron tubes menjadi tidak sukses dipasarkan.

Drum Memory

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Ditemukan oleh Gustav Tauschek pada tahun 1932 di Austria. Drum Memory menjadi terkenal pada era 1950an sampai 1960an. Kapasitas penyimpanannya adalah 10 kB.

Magnetic tape

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Tahun 1951 Magnetic tape pertama digunakan oleh IBM untuk menyimpan data kedalamnya. Magnetic tape dapat menyimpan data 128 bits per inc.

IBM 350

IBM 350 adalah hardisk dari super komputer pertama yang dibuat dengan 50 disc berukuran 24 inc yang dapat berputar hingga 1200 RPM. Kapasitas penyimpanannya tidak besar hanya 4,4 MB.

Compact Cassette

Compact Cassette bisa dibilang masih bersaudara dengan Magnetic tape. Pada tahun 1963 Compact Cassette mulai diperkenalkan oleh Philips namun mulai populer pada tahun 1970an. Compact Cassette secara perlahan digantikan oleh disket yang lebih murah.

Floppy Disk

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Floppy Disk diperkenalkan pertama pada tahun 1969 dengan ukuran 8 inc yang hanya dapat menyimpan 80 kB dan hanya bisa read-only. Pada tahun 1972 disket yang serupa juga dimunculkan dengan ukuran yang sama namun dapat menyimpan 1,2 MB yang bisa menyimpan data berulang-ulang. Pada tahun 1990an dimunculkan lagi Floppy Disk dengan ukuran 3 inc yang dapat menyimpan data sebesar 250 MB.

Laserdisc

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Laserdisc adalah kakek dari CD-ROM yang digunakan untuk menyimpan film. Dipasarkan pada akhir tahun 1978 yang dikenal dengan Laser videodisc dan DiscoVision dengan diameter besar 30 cm. Laserdisc ini mampu memutar audio atau video hingga 60 menit.

Compact Disc (CD)

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Tahun 1979 SONY dan juga Philips mneciptakan compact disc atau yang lebih dikenal dengan CD. CD mulai dipasarkan pada tahun 1982. Tentu laserdisc berperan besar dalam pengembangan CD ini. Kapasitas penyimpanan CD sebesar 700 MB.

IBM 3380

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Hardisk pertama dengan kemampuan penyimpanan lebih dari 1GB, lebih tepatnya memiliki kapasitas 2.52 GB pada tahun 1980. Hardisk ini besarnya sama dengan seukuran kulkas sekarang ini, beratnya sekitar 250Kg dan harganya saat itu berkisaran $81000 sampai $142400 (jika dirupiahkan dengan kurs sekarang sekitar 729 juta sampai 1,2 Milyar). Sungguh mahal, jika saja PG punya uang sebanyak itu mungkin sudah PG belikan mobil sport sekelas Ferrari :D.

ST-506

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
ST-506 adalah hardisk pertama yang berukuran 5.25 inc yang diproduksi tahun 1980 oleh Seagate yang mampu menyimpan data hingga 5 MB. Pada jaman itu hardisk ini dibandrol dengan harga $1500 yang setara dengan 13 juta rupiah. Apakah pada masa itu kamu ingin membeli hardisk berkapasitas 5 MB dengan harga segitu?

Digital Audio Tape (DAT)

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Lagi-lagi SONY merilis media penyimpanan yang disebut Digital Audio Tape (DAT) yang berfungsi sebagai media penyimpanan audio. Digital Audio Tape hampir mirip dengan Compact Cassette yang juga dikembangkan dari Magnetic tape, namun ukurannya lebih kecil lagi. DAT pertama diluncurkan pada tahun 1987 yang mempunyai kapasitas penyimpanan 1,3 GB, sehingga mampu memainkan audio selama 120 menit.

MiniDisc (MD)

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Masih tetap bersama SONY media penyimpanan data dikembangkan lagi dengan nama MiniDisc (MD) pada September 1992. Pada saat itu MiniDisc sudah mampu menyimpan 140 MB. Tahun 1995 adalah tahun yang sulit bagi MiniDisc dikarenakan harus bersaing dengan CD-R, saat itu CD-R berharga $1 sedangkan untuk MiniDisc $2.

Zip drive

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Tak lama setelah itu era dari CD-R sepertinya mulai tersaingi dengan Zip drive. Zip drive diproduksi pada tahun 1994 dengan harga dibawah $200 dan tambahan cartridge 100 MB seharga $20. Kapasitas dari Zip drive adalah 100 MB. Kenapa CD-R kalah dengan Zip? Karena pada saat itu Zip drive bisa digunakan berulang-ulang dan lebih cepat.

DVD

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Philips, Sony, Toshiba, dan Panasonic pada tahun 1995 memproduksi media penyimpanan yang dinamakan dengan DVD. DVD merupakan perkembangan dari CD yang dapat menyimpan hingga 8,5 GB.

Seagate Barracuda

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Hardisk pertama dengan kecepatan putaran 7200 RPM adalah Seagate Barracuda yang dirilis pada tahun 1996. Seagate Barracuda saat itu mampu menyimpan data sebesar 2.5 GB disebut dengan seri Barracuda 2LP.

Microdrive (MD)

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Sebelum flash memory ada, IBM 170 Microdrive adalah salah satu solusinya. iPod pertama menggunakan Microdrive sebagai media penyimpanan musiknya yang saat itu Apple menggunakan IBM 170 microdrive berkapasitas 170 MB. IBM 170 Microdrive dibuat pada tahun 1999.

USB Flash Drive

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Flash Disk pertama adalah IBM DiskOnKey yang pasarkan pada tahun 2000 di Amerika Selatan dengan kapasitas penyimpanan 8 MB. Hal ini membuat era dari Floppy Disk berkahir dengan cepat, bagaimana tidak? Dengan bentuik yang kecil dan penyimpanan data yang lumayanan Flash Disk menjadi pilihan utama di mata masyarakat.

Secure Digital Card (SD Card)

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Pada tahun 2000 saat ponsel dan kamera mulai digemari muncullah SD Card yang ukurannya sangat kecil dan juga muat dipasang di kedua perangkat tersebut. SD Card saat itu hanya berkapasitas 32 MB, SD Card memiliki banyak tipe diantaranya: miniSD, miniSDHC, miniSDIO, microSD, SDHC, dan SDXC.

HD DVD

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Toshiba (DVD Forum) merupakan pecipta awal dari HD DVD yang dipasarkan tahun 2006. Pada saat itu HD DVD player juga diluncurkan Toshiba dengan harga $934. HD DVD mampu menyimpan sampai dengan 30 GB.

Blu-ray Disc (BD)

Pada tahun yang sama muncul pesaing ketat dari HD DVD yang disebut Blu-ray Disc. Blu-ray Disc diluncurkan oleh SONY pada tahun 2006. Kapasitas penyimpanan Blu-ray Disc sebesar 60 Gb. Dengan kapasitas sebesar itu membuat HD DVD takluk dibuatnya.

Solid-State Drive (SSD)

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
SSD diperkenalkan tahun 2008 dengan tidak ada bagian yang bergerak, waktu booting lebih cepat, dan ukuran yang lebih kecil, SSD merupakan hal yang sangat keren. Dengan menggantikan fungsi hardisk yang memiliki ukuran yang lebih kecil seperti RAM dan kapasitas yang sama. SSD pada saat itu memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 64GB.

Cloud Storage

Perkembangan Media Penyimpanan Data dari Masa ke Masa
Sekarang ditahun 2012 ini kamu dapat menemukan media penyimpanan yang bernama dengan Cloud Storage. Dengan menggunakan ini kamu dapat mengakses data yang kamu miliki dimana saja dan kapan saja kamu berada, selama kamu memiliki akses internet. Cloud Storage yang cukup terkenal dengan memberikan media penyimpanan gratis adalah SkyDriveGoogle DriveDropBox dan Box.

Sumber:
http://sanitriliya131.blogspot.com/